jam

menu2

Senin, 30 April 2012

Ikarus Yogyakarta dalam Lintasan Sejarah


“Sekali layar terkembang mundur kebelakang kita berpantang”
Mungkin kita semua sudah mendengar petikan kata di atas bahkan merasa bosan dengan kata ini, singkat namun mempunyai makna yang mendalam.Dan berdasarkan semangat petikan kata inilah Ikarus Yogyakarta berdiri. Ikarus Yogyakarta berdiri pada tahun 1998 di mana ketika kita mengenang kembali pristiwa bersejarah pada tahun 1998 lengsernya pak Soeharto dari kursi kepresidenanya pada tahun inilah Ikarus Yogyakarta berdiri. Ikarus Yogyakarta berdiri pada tahun 1998  berawal dari sekelompok alumni Raudhatul Ulum Sakatiga (Nur Hasan,Zulailian,Rino Wijaya,Ahamad Syarif, Iwan Setiawan Fajri Kamil, Sahruni dll.) yang ketika itu melihat kondisi dan kebutuhan di antara sesama alumni Raudhatu Ulum Sakatiga, berangkat dari kebutuhan sesama anggota alumni inilah mulai digagas untuk membuat sebuah wadah Independent yang dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan dari masing-masing  individu alumni Raudahatul Ulum Sakatiga. Melalui perjalanan yang cukup panjang karena harus mmepersiapkan berbagai persyatan sebagai sebuah organisasi akhirnya Ikarus Yogyakarta dapat berdiri  tepatnya pada tanggal 10 0ktober 1998 dan pada  setiap tanggal 10 oktober inilah menjadi hari kelahiran Ikarus Yogyakarta yang diperingati pada setiap tahun. Dalam lintasan sejarah Jendral Soedirman pernah berkata:



“Dalam menghadapi keadaan apapun  jangan lengah, sebab kelengahan menimbulkan kelemahan dan kelemahan menimbulkan kelelahan, kelelahan menimbulkan penderitaan. Percaya dan yakinlah , bahwa kemerdekaan suatu bangsa, yang didirikan di atas timbunan reruntuhan ribuan jiwa, harta, benda dari rakyat bangsanya tidak akan dapat di hapuskan oleh manusia siapapun juga.”

Dari petikan kata di atas dapat di ambil sebuah pesan untuk generasi muda agar tidak lengah dalam menjalani hidup ini. begitu juga dengan kita yang tergabung dalam Ikatan keluarga Alumni Raudhatul Ulum Sakatiga (IKARUS)Yogyakarta sebagia wadah alumni hendaknya tidak lengah dengan kondisi yang kita hadapi sebisa mungkin kita menjaga dan mengembangkan agar Ikarus Yogyakarta tetap eksis, hal ini tentu membutuhkan peran kita bersama dalam menjaga dan mengembangkanya agar tetap eksis seirng zaman.dan hendaknya kita mesti optimis dalam menjaga dan menjalankan roda organisasi Ikarus Yogyakarta ini.
Dari tahun ketahun Ikarus Yogyakarta selalu berusaha berkembang dan berkreatifitas  untuk memenuhi kebutuhan dari anggota dan mengikuti perkembangan zaman yang ada. Semua itu tidak lepas dari adanya proses regenarasi dari Ikarus Yogyakarta yang dilakukan dari periode ke periode yang di kepala oleh masing leader dari setiap periode kepengurusan.. Sekilas kepemimpinan Ikarus dari periode ke periode; pada priode 1998-1999 Ikarus yogyakarta di ketua oleh saudara Rino Wijaya, periode 1999-2000 di ketuai oleh saudara Sonedi, selanjutnya pada periode 2000-2001 Ikarus Yogyakarta di ketuai oleh saudara Amir Hamzah, priode 2001-2002 di ketuai oleh saudara Ali Mursyi A.R, pada priode 2002-2003 Ikarus Yogyakarta di ketuai oleh saudara Sikin, pada priode 2003-2004 Ikarus Yogyakarta di pimpin oleh saudari Siti Jamilah, selanjutnya pada priode 2004-2005 oleh saudara Muhaimin, priode 2005-2006 di pimipin oleh saudara Buya Riadi, selanjutnya pada priode 2006-2007 Ikarus Yogyakarta di pimpin oleh saudara Alwan Sobari dan pada periode 2007-2008 Ikarus Yogyakarta di pimpin oleh saudara M.Syatria Amka, pada periode 2008-2009 ikarus yogyakarta dipimpin oleh saudara Ahmad jauhari, pada periode 2009-2010 ikarus yogyakarta dipimpin oleh saudara saidina ali hasibuan, Dalam proses regenearsi ini tidak lepas juga dari peran warga Ikarus Yoyakarta yang selalu siap berkorban demi eksisnya Ikarus Yogyakarta.

Fungsi  Ikarus Yogyakarta
Segala sesuatu mempunyai sebuah fungsi, Dunia pendidikan berfungsi sebagai pencerdas generasi bangsa, lembaga  Militer berfungsi sebagai penjaga keamanan, begitu juga dengan oraganisasi ia berdiri dengan berbagai fungsi. Fungsi Ikarus Yogyakarta setidaknya  dapat di bagi menjadi dua yaitu fungsi secara internal dan eksternal secara intenal Ikarus Yogyakarta berfungsi Pertama; sebagai wadah kekeluargaan (sebagai keluarga bagi alumni Ruadahatul Ulum Sakatiga) secara fitrah manusia kita membutuhkan tempat beristiraht dari kelelahan kita, membutuhkan tempat di mana kita dapat berbagi cerita dari kebahagian dan kesulitan yang kita hadapi yang selayaknya tempat itu adalah keluarga. Namun karena jarak secara georafis yang memisahkan maka Ikarus hadir untuk menggantikan itu di mana warga Ikarus dapat berbagi cerita baik suka maupun duka. Kedua sebagai media pengembangan diri, Ikarus Yogyakarta berdiri sebagai sebuah organisasi yang mempunyai struktur kepngurusan dengan berbagia bidang yang ada, yang diharapkan Ikarus Yogyakarta merupakan sentuhan awal bagi warga Ikarus  untuk mengembangkan dirinya melalui media organisasi yang selanjutnya dapat di kembangkan di berbagai organisasi di luar Ikarus Yogyakarta. dan hal ini telah terbukti dengan peran dan posisi strategis yang di duduki oleh teman-teman Ikarus Yogyakarta di berbagai organisasi dan UKM yang ada seperti; Kompa UIN, HMI, KAMMI, Sunan Kalijaga News, ARENA, Almizan, Cepedi dan lain-alin.

Secara Eksternal Ikarus Yogyakarta berfungsi pertama; sebagai Information Center (pusat informasi). Raudhatulm Ulum Sakatiga sebagai lembaga pendidikan di mana setiap tahunnya mengelurkan  ratusan  alumni dari berbagai jenjang pendidikan dan dari sekian alumni ini terutama lulusan MAK (Madrasah Aliyah Keagamaan) rata-rata meneruskan pada jenjang selanjutnya yaitu S1. Oleh karena itu Ikarus Yogyakarta menjadi media informasi bagi alumni Raudhatul Ulum Sakatiga yang hendak melanjutkan studinya di Yogyakarta selain itu Ikarus Yogyakarta menjadi media  informasi lainnya bagi Pondok Pesantern Rudhatul Ulum Sakatiga. Selain media informasi bagi pondok pesantern Rudhatul Ulum sakatiga Ikarus Yogyakata juga menjadi media informasi bagi Ikarus Di bebagia daerah baik Ikarus Palembang, Ikarus mesir, Ikarus Bandung, Ikarus Jakarta dan bagi setiap alumni yang ada di belahan dunia. Kedua sebagai media control bagi pondok pesantern Raudhatul Ulum sakatiga, selaku alumni Raudhatul Ulum Sakatiga di harapkan dapat memberikan sumbangsinya kepada almamaternya. Ikarus Yogyakarta selalu memberikan kontribusinya kepada pondok pesantern baik secara SDM dari alumni Yogyakarta yang mengabdikan diri di pondok pesatren Raudhatul Ulum Sakatiga maupun memalui bidang pemikiran yang disampaikan melalui media diskusi ataupun dialog dengan pihak pesantren yang hampir setiap tahun ada dan menjadi ajang silaturrahim pihak pondok pesantren Ruadhatul Ulum dengan Ikatan Keluarga Alumni Raudhatul Ulum Sakatiga Yogyakarta (Ikarus Yogyakarta).





Ancaman bagi Ikarus yogakarta
Sebuah ancaman bukanlah hal yang mesti di takuti tapi di antisipasi dan hadapi, sudah menjadi hal yang umum dari setiap organisasi akan adanya ancaman kepakuman, kemunduran  bahkan kehancuran. Dan hal ini bisa saja terjadi bagi setiap organisasi bahkan Ikarus Yogyakarta, ketika Ikarus Yogyakarta tidak mampu berkembang dan berkreatifitas dalam menghadapi zaman yang terus berkembang, selanjutnya ancaman ini bisa saja hadir ketika hilangnya kesadaran dari setiap individu warga Ikarus Yogyakarta akan rasa memiliki Ikarus Yogyakarta dan hilangnya proses regenerasi. Namun semua ini tidak akan terjadi ketika setiap individu menanamkan rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap Ikarus Yogyakarta.

Tidak ada komentar: